Selasa, 31 Maret 2015

KOMPUTASI




Nama              : Muhamad Irfan Fani
Kelas               : 4IA06
NPM               : 54411679

Komputasi sebetulnya bisa diartikan untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini adalah apa yang disebut dengan teori komputasi, suatu sub-bidang dari ilmu komputer dan matematika.

Komputasi sains merupakan salah satu cabang ilmu komputasi. Secara umum komputasi sains menkaji aspek-aspek komputasi untuk aplikasi/memecahkan masalah di bidang sains lain, seperti fisika, kimia, biologi dan lain-lain.

Dalam penggunaan praktis, biasanya berupa penerapan simulasi komputer atau berbagai bentuk komputasi lainnya untuk menyelesaikan masalah-masalah dalam berbagai bidang keilmuan, tetapi dalam perkembangannya digunakan juga untuk menemukan prinsip-prinsip baru yang mendasar dalam ilmu.

Bidang ini berbeda dengan ilmu komputer (computer science), yang mengkaji komputasi, komputer dan pemrosesan informasi. Bidang ini juga berbeda dengan teori dan percobaan sebagai bentuk tradisional dari ilmu dan kerja keilmuan. Dalam ilmu alam, pendekatan ilmu komputasi dapat memberikan berbagai pemahaman baru, melalui penerapan model-model matematika dalam program komputer berdasarkan landasan teori yang telah berkembang, untuk menyelesaikan masalah-masalah nyata dalam ilmu tersebut

 Komputasi memiliki 3 model, yaitu

  1. Mesin Mealy
  2. Mesin Moore
  3. Petri net

Mesin MealyDalam teori komputasi sebagai konsep dasar sebuah komputer, mesin Mealy adalah otomasi fasa berhingga (finite state automaton atau finite state tranducer) yang menghasilkan keluaran berdasarkan fasa saat itu dan bagian masukan/input. Dalam hal ini, diagram fasa (state diagram) dari mesin Mealy memiliki sinyal masukan dan sinyal keluaran untuk tiap transisi. Prinsip ini berbeda dengan mesin Moore yang hanya menghasilkan keluaran/output pada tiap fasa.

Nama Mealy diambil dari “G. H. Mealy” seorang perintis mesin-fasa (state-machine) yang menulis karangan “A Method for Synthesizing Sequential Circuits” pada tahun 1955.

Mesin Moore 
Dalam teori komputasi sebagai prinsip dasar komputer, mesin Moore adalah otomasi fasa berhingga (finite state automaton) di mana keluarannya ditentukan hanya oleh fasa saat itu (dan tidak terpengaruh oleh bagian masukan/input). Diagram fasa (state diagram) dari mesin Moore memiliki sinyal keluaran untuk masing-masing fasa. Hal ini berbeda dengan mesin Mealy yang mempunyai keluaran untuk tiap transisi.

Nama Moore diambil dari “Edward F. Moore” seorang ilmuwan komputer dan perintis mesin-fasa (state-machine) yang menulis karangan “Gedanken-experiments on Sequential Machines”.

Petri Net
Petri net adalah salah satu model untuk merepresentasikan sistem terdistribusi diskret. Sebagai sebuah model, Petri net merupakan grafik 2 arah yang terdiri dari place, transition, dan tanda panah yang menghubungkan keduanya. Di samping itu, untuk merepresentasikan keadaan sistem, token diletakkan pada place tertentu. Ketika sebuah transition terpantik, token akan bertransisi sesuai tanda panah.

Teori komputasi adalah cabang ilmu komputer dan matematika yang membahas apakah dan bagaimanakah suatu masaah dapat dipecahkan pada model komputasi, menggunakan algoritmal. Bidang ini diagi menjadi dua cabang: teori komputabilitas dan teori kompleksitas, namun kedua cabang berurusan dengan model formal komputasi.

Teori Komputasi diagi lagi menjadi 3 ranting :

  •     Teori Otomata (automata theory)

Terori ini mengacu pada definisi dan sifat-sifat model komputasi

Beberapa model komputasi :

·         Finite State Automata/Finite State Machine (FSM)

·         Push Down Automata (PDA)

·         Mesin Turin (TM)
di dalam teori komputasi, model komputasi yang sering dipakai adalah Mesin Turiing
  • Teori Komputabilitas (computability theory)

Teori ini bertujuan untuk memeriksa apakah persoalan komputasi dapat dipecahkan pada suatu model komputasi teoritis. Dengan kata lain, teori komputabilitas mengklasifikasikan persoalan sebagai dapat dipecahkan atau persoalan yang tidak dapat dipecahkan.     

  • Teori Kompleksitas (computational complexity theory)

Teori ini bertujuan untuk mengkasi kebutuhan waktu dan ruang untuk memecahkan persoalan yang diselesaikan dengan pendekatan yang berbeda-beda. Dengan kata lain, teori kompleksitas mengklasifikasikan persoalan sebagai persoalan mudah (easy) atau persoalan sukar (hard)



Implementasi

Dalam kehidupan sehari - hari pengimplementasian komputasi modern diterapkan pada teknologi mobile computing. Salah satunya dengan menggunakan PDA, "PDA" (Personal Digital Asistant) pertama kali dikenalkan untuk mengantikan organizer konvensional (agenda). Dimana waktu dulu orang menggunakan agenda untuk mencatat semua jadwal aktivitas, nomor telepon, atau untuk membantunya dalam mengingatkan hal - hal yang penting baginya. Tetapi dengan bertambah pesatnya teknologi komputer. Dengan ditemukannya organizer elektronik atau yang sering disebut juga PDA, maka orang - orang sekarang mulai beralih dari organizer konvensional ke organizer elektronik atau PDA untuk membantu dalam aktivitas sehari - hari.



sumber :


1 komentar:

Unknown on 20 Juli 2016 pukul 22.30 mengatakan...

very informative post for me as I am always looking for new content that can help me and my knowledge grow better.

Posting Komentar

 

Daywalker. Copyright 2012 All Rights Reserved Revolution Two Church theme by Brian Gardner. Edited by @arickanjass